Sabtu, 02 November 2013

just finding some writing

setelah sekian lama ya, tidak menulis di halaman ini..
waktu itu, lagi iseng buka2 dokumen lama, tiba-tiba menemukan dokumen yang isinya..
30/07/2012
Dari pagi pukul 00.00 sebuah suara membangunkan aku dari lelapku. Seorang lelaki berusia ±25 tahun mengucapkan “Happy sweet seventeen, my little sista”. Ah, ya, it’s my seventeen! Will be sweet? Or maybe bitter? Ini memang belum cukup manis. Aku menunggu seseorang mengucapkannya. Dia, yang baru saja beberapa bulan lalu kuputuskan hubunganku dengannya.
Brrt-brrt... Telepon genggamku bergetar.. Ku lirik layarnya sekilas, inisialnya sama, tapi bukan dia. Kutunggu hingga matahari tepat diatas ubun-ubun. Sampai saat itu mungkin sudah ratusan kali ku tengok akun jejaring sosialku dan tentu saja telepon genggamku. Tak ada namanya. Hari itu aku sebagai umat muslim, berpuasa seperti pada umumnya hingga acara makan-makan pun digelar saat kentong maghrib dipukul. Yah, hingga saat itu, belum ada namanya. Ah yasudah, mungkin aku harus lupakan, benar-benar lupakan. Meski 1,5 tahun itu tak mudah dilupakan. Pasti ada bekas.
Adzan ‘Isa, saatnya tarawih, aku tarawih di rumah karna suatu hal. Pukul 20.00 WIB, layar telepon genggamku berkedip. “De, ada yang mau ngasih kejutan tuh” dari saudara laki-lakiku. Tak ku acuhkan, kupikir hanya bergurau. Hingga 10 menit, tak ada yang mengetuk pintu rumah. Tapi 5 menit kemudian terdengar suara salam di balik pintu. Aku cepat-cepat keluar. Ku buka pintu dan booom!! Aku terkejut. SANGAT TERKEJUT.

Siapa yang datang? Teman. Ya saat itu memang masih teman statusnya. Tapi kenapa dia ada di sini? Membawa tart? Menyanyikan lagu ulang tahun untukku? Apa dia sakit? Kesasar? Heran. Bingung. Hanya bisa tertawa. Takut. Takut jatuh cinta lagi. Takut menyakiti hati orang lain lagi.

Kamis, 03 November 2011

the most exotic fish (according to me)

Ceritanya gini, kemaren, sekitar pukul 16.00 WIB, aku nonton Jejak Petualang episode EKSPEDISI PAPUA. Nah, di episode ini, presenternya ke Teluk Cendrawasih. Sebenernya si teluknya biasa aja, yang bikin nggak biasa itu ikannya. Ikan apa itu? It's a WHALE SHARK. Ikan ter-exotic yang pernah saya lihat (di tv, hehe). Why? Karena si WHALE SHARK ini ikan cantik dan anggun, trus lagi, dia nggak doyan manusia walaupun badannya segede PAUS (secara, namanya aja WHALE SHARK). Yang bikin istimewa, ikan ini ada sepanjang hari dan sepanjang tahun di Teluk Cendrawasih. Sedangkan si ikan, biasanya muter-muter dari Australia sampai Afrika. Di setiap daerah, dia paling cuma lewat, sedangkan di Teluk Cendrawasih ini, dia MENETAP. Tapi sayangnya, pemerintah Indonesia belum manfaatin sebagai tempat wisata. Padahal, di Australia yang hiunya cuma lewat, ada wisata WHALE SHARK meskipun wisatawan ini cuma liat dari atas pesawat. Sayang banget ya.. Mending liat pose narsisnya si WHALE SHARK aja deh. Chek it out!!








Rabu, 19 Oktober 2011

Love Me No More Lirycs by Bardot

Can't get you out of my head
Even though you're so far away
I need you here with me
Oh boy, why can't you see
That I can't live without your love
When I close my eyes
I think of you
Well I wish I had you here with me
But there's nothing I can do, oh oh

Chorus
Counting every day that goes by
And the tears that I cry (tears that I cry)
You don't wanna love me no more
Wish that you could hold me tonight
I'm hurting inside
Cause you don't wanna love me
Cause you don't wanna love me
Love me no more

I tried to call your phone
But you ain't been at home
I need to find out where you are
So I can make you see
That you belong with me
For me there is no other love
When I close my eyes
I think of you
I wish I had you here with me
But there's nothing I can do, oh oh

Repeat chorus

All I know is that I can't live without you
Ooh, but I wanna know
What made you feel this way
I'll be right here for you (right here for you)
And everything that you do (thing that you do)
But how can I get close to you
When you don't feel the way I do, ah hah

Repeat chorus to fade

Selasa, 30 Agustus 2011

Hari Kemenangan yang Tertunda

Tanggal 30 Agustus 2011, tepatnya hari Selasa
 Tadinya, udah diputusin lebaran tanggal 30, tapi karena si bulan belum memenuhi syarat, jadinya gak jadi deh. Udah petasan dimana-mana, udah masak opor ayam, masak rendang, bikin ketupat, udah siap mudik. Eh ternyata gak jadi lebaran. Kecewa, pastinya ada, tapi mau gimana lagi, urusannya sama Tuhan nih. Jadi, pasrah itu lebih baik :)

Sabtu, 06 Agustus 2011

Nice moment

Pertama kalinya ia tersenyum dengan tulus untukku
Pertama kalinya ia mengulang kata-kataku
Pertama kalinya ia memperhatikan seperti apa penampilanku
Pertama kalinya ia berceloteh pada temannya tentang aku
Pertama, pertama, dan pertama
Banyak sekali kejadian yang baru pertama kali kau lakukan padaku
Tapi sayang, ini bukan pertemuan pertama kita
Dan ada satu hal pertama yang aku lakukan untukmu
Pertama kalinya aku benar-benar menginginkanmu

Selasa, 02 Agustus 2011

SANDY-SHANDY

            Sandy, ya itu namaku. Jangan kira, aku seorang perempuan karna aku adalah lelaki tulen. Namaku memang terlihat seperti nama seorang wanita jika dibaca dengan cara baca Bahasa Inggris. Dulu, saat aku duduk di sekolah dasar aku sering diejek karna namaku itu. Tapi setelah ada di sekolah menengah pertama, aku akrab dipanggil San-San. Yah, kurasa lebih baik lah, daripada Sendy. Nama itu terus kupakai sampai aku beranjak ke pendidikan selanjutnya, sekolah menengah atas.
            Tak terasa, libur pergantian tahun ajaran sedang berlangsung. Aku akan beranjak ke kelas 11 atau kelas dua sekolah menengah atas. Libur ini sungguh tak seperti libur-libur sebelumnya. Libur kali ini, aku tak pergi ke rumah nenek, tak pergi berlibur, juga tak bersantai di rumah. Libur kali ini kuhabiskan dengan se-abrek kegiatan di sekolah untuk menyambut siswa-siswi baru. Aku tergabung dalam panitia MOS, meskipun hanya seksi dokumentasi, aku cukup disibukkan dengan jabatan sementara ini.
            Akhirnya, semua persiapan usai. Hari ini, hari pertama MOS. Kulihat adik-adik kelasku yang baru. Tampang mereka lucu sekali, culun, seperti aku dulu. Mereka berbisik-bisik ketika kawan-kawanku sibuk lalu lalang menyiapkan perlengkapan untuk upacara pembukaan acara ini. Aku hanya membantu sedikit sambil sesekali kuambil potret-potret kegiatan sibuk itu.
            Setelah upacara selesai, siswa baru diajak berkeliling ruang-ruang di sekolah ini. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok itu didampingi pendamping yang terdiri dari beberapa kawanku. Mereka bertugas memberikan hal-hal dasar pada siswa baru. Kalau aku si hanya menggotong-gotong kamera dan jeprat-jepret sana-sini. Cukup mudah dan itu memang hobiku.
            Sore hari setelah pemberian materi oleh kawan-kawanku, ada kegiatan yang paling membuat jantung copot dan badan gemetar. Kawan-kawanku yang membimbing siswa baru melakukan review materi yang telah diberikan. Kalau siswa baru tidak bisa menjawab, mereka akan terkena bentak dari kawan-kawanku ini. Namun meskipun siswa baru bisa menjawab, mereka juga menjadi sasaran kejailan kawan-kawanku. Ada yang disuruh mencium lantai lapangan, lari-lari sambil berteriak-teriak, mukanya dicorang-coreng pake spidol, de-el-el.
            Pada hari ke-dua kegiatan ini, aku melihat seorang anak baru. Ia berlari-lari karna memang sudah terlambat. Saking terburu-burunya, dia sampai menabrakku hingga barang-barang bawaannya (yang kutau itu tugas dari kawan-kawanku sebagai hukuman untuknya) terjatuh berserakan. Ia seorang wanita. Dari name-tagnya yang besarnya seperti name-tag sapi, kutau namanya Shandy. Sama denganku, hanya beda satu huruf dan juga mungkin cara bacanya.
            “Maaf, Kak. Permisi.” katanya sambil buru-buru memunguti barang-barangnya dan langsung pergi.
            Aku tak menjawabnya karna tertegun melihat wajahnya yang sungguh polos. Aku mengamatinya head to toe. Ia sempat memandangku dengan tatapan bingung, tapi ia segera berdiri dan berlari saat ia sadar ia telah terlambat. Aku mengejarnya dan melihatnya sedang dibentak oleh kawanku, Icha. Suara Icha melengking sekali. Kedatanganku membuatnya berhenti mengeluarkan suara melengkingnya. Ia langsung menyuruh Shandy masuk ke kelas.
            “Hai, San. Ada yang bisa kubantu?” kata Icha sok manis.
            “Tidak. Aku hanya ingin mengambil gambar di kelasmu. Boleh?” kataku sebagai alasan agar aku bisa mengambil gambar Shandy.
            “Kenapa kelasnya? Bukan aku saja?” jawabnya sambil mengerling genit.
            “Heh?! Sepertinya kau terlalu jelek untuk dijadikan objek fotoku.” jawabku jujur sambil menahan tawa.
            “Hehe. Baiklah. Aku tau kau becanda. Silakan Mr. San.” lagaknya sambil membungkukkan badan.
            Aku tinggal saja si Icha yang masih membungkuk sambil kujulurkan lidahku. Aku langsung menangkap sosok Shandy di bangku paling depan. Aku tersenyum kepadanya yang sedang cemberut. Mungkin karna ia tau ia akan mendapat hukuman lagi. Saat melihatku, ia tak tersenyum sedikitpun bahkan ia malah melengos. Menggemaskan. Langsung ku ambil potret wajahnya yang sedang mengerucutkan mulutnya. Agar tak dicurigai kawan-kawanku, aku juga mengambil beberapa potret siswa lain.
            Sebelum pulang, aku mampir di sebuah toko alat-alat tulis dan perlengkapan kantor. Aku melihat Shandy, yang sedang sibuk memilih-milih sesuatu. Kudekati dia dan kusapa dia.
            “Hai.” sapaku garing.
            Shandy menengok ke atas, ke arahku sambil melongo. Wajah yang lucu. Ia tidak langsung membalas sapaanku. Ia hanya menatapku sambil mengerutkan dahinya, mungkin ia lupa dengan wajahku.
            Ia berdiri dan berkata, “Hai juga, Kak.” jawabnya sambil sedikit tersenyum.
            “Lagi cari apa? Buat hukuman lagi ya?” tanyaku lagi.
            “Iya.” jawabnya sambil tersenyum kecut.
            “Apa kau juga terlambat kemarin?” tanyaku ingin tau.
            “Tidak. Kemarin dihukum gara-gara lupa bawa identitas kelompok. Yang sekarang, hukuman gara-gara telat. Entah yang besok.” katanya seperti sedang curhat.
            “Sabar saja. Semua pasti ada gunanya.” kataku  sambil nyengir.
            Ia mengangguk-angguk dengan lemah, mungkin hanya setengah setuju. Aku memandangi wajahnya hingga muncul sesuatu yang kurasakan. Entah apa yang kurasa, aku tak tahu rasa ini. Rasa yang baru kurasakan. Rasa yang muncul hanya saat aku melihat Shandy. Apa ini yang disebut C-I-N-T-A itu oleh kawan-kawanku? Entahlah, yang kutahu aku senang dengan rasa ini.
            “Kak...Kakaaaak?!” kulihat Shandy sedang sibuk berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mukaku.
            “Eh, iya iya maaf aku ngelamun” jawabku sambil dengan muka memerah saat menjawabnya.
            “Oh God, ternyata kakak kelasku yang satu ini, yang suka nggotong-nggotong kamera, yang suka jeprat-jepret muka orang sekenanya,juga suka ngelamun dimana aja. Ckckck.”  kata Shandy dengan muka jahilnya berharap aku akan sedikit kesal. Aku hanya menjulurkan lidahku sambil mencubit gemas pipinya yang putih gembul seperti bakpao.
            “Eh?! Cubit bayar!” hardiknya sambil melotot kesal dan bertolak pinggang.

*cuthel*